Hari ini mungkin adalah hari yang
bersejarah buat stand up comedy Cirebon.
Yah, gue, Ryan, Ami, Resnu dan Jaji ada janji bertemu dengan temen gue yang
namanya Iyos untuk membahas pembentukan stand
up comedy di Cirebon bersama temennya Iyos yang ingin membantu kami untuk
menjalankan rencana kami ini. Seperti yang kami ketahui kalo sejauh ini kami
belum menemukan komunitas tentang stand
up comedy di daerah Cirebon. Okey,
move for beginning.
Dengan modal tekad yang kuat, kami memberanikan diri
untuk bergerak lebih lanjut tentang stand
up comedy, yang selama ini kami cuma bisa berangan-angan untuk
mengimplemantasikan apa yang kami ketahui tentang stand up comedy, salah satunya itu adalah open mic.
Bang Joko, temennya Iyos itu,
sangat mendukung gerakan kami ini. Beruntung kami telah dipertemukan orang
seperti dia, karena dia juga punya komunitas tentang musik di Cirebon yang bisa
berjalan sebagaimana mestinya. Dan komunitas itu, bisa memanggil band indi dari
Australia untuk mengadakan event di
Cirebon tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun, paling mereka cuma menyediakan
tempat buat band dari Australia itu dan menyiapkan acaranya aja buat event
tersebut. Memang, awalnya juga gue sempat mikir pas dia bilang komunitasnya
bisa memanggil band dari luar negeri itu, mereka bisa menghabiskan berapa
banyak uang? Tapi Bang Joko bilang, jangan dibiasakan kita melihat sesuatunya
itu dengan uang. Yeah, money isn’t
everything. Lewat jaringan yang luas, ide-ide kreatif, keberanian dalam
bertindak dan antusiasme tinggi, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan
tanpa mengeluarkan uang banyak bahkan tidak mengeluarkan uang sama sekali,
syukur-syukur malah kita yang dapet uang.
Selain itu dia juga cukup baik
dalam mengorganisir suatu kelompok berkat pengalamannya itu. Satu lagi, dia
juga jago IT. Dan itu sangat menunjang bagi kami yang ingin memperkenalkan
komunitas kami ini ke dunia maya. Rencananya dari pertemuan ini, tahap awal
kami akan membuat fanspage dan grup di facebook
serta membuat account twitter tentang
stand up comedy Cirebon. Ini adalah
bagian dari strategi kami untuk mencari dukungan dan massa yang lebih banyak
lagi untuk mengadakan open mic, yang merupakan misi dari komunitas kami ini. Selagi
nunggu waktu yang tepat - karena sekarang-sekarang ini di kampus kami ada event besar khususnya fakultas kami
sendiri, dan ada beberapa dari kami yang terlibat di dalamnya - kami akan
mengumpulkan materi-materi yang akan dijadikan bahan untuk open mic nanti.
Lalu, mungkin ada latihan-latihan
penunjangnya seperti melatih mental, public
speaking, ekspresi, pembawaan materi,
performance secara keseluruhan, dll. Di sini, we must dare to accept the worst anything. Kami harus berani gagal,
kami harus berani dianggap garing, gak lucu, bahkan cibiran dari audience.
Masalah peralatan, tempat dan dukungan
massa kami percayakan sama Bang Joko. Bang Joko yang mengaturnya. Bang Joko
bahkan udah punya tempat buat kami open
mic nanti, kayak kedai tapi mirip kayak kafe gitu. Semua ini harus kami
siapkan karena dalam open mic, hal-hal
penunjang yang dibutuhkan seorang comics untuk melakukan stand up comedy adalah tempat yang nyaman, tertutup, alat-lat
seperti mic, tripot, sound, massa yang cukup banyak dan tambahan kamera buat
merekamnya. Semoga dengan ini semua gue dan temen-temen gue bisa mewujudkan
impian kami bersama ini. Rencananya, mungkin
bulan April ini kami udah siap untuk open
mic, amin. Nantikan selalu perkembangannya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar