Hello guys, gue akan mencoba memaparkan penggalian materi
dalam Stand Up Comedy. Karena menurut gue, dalam Stand Up Comedy ada 3 hal
penting yang perlu dilakukan seorang comic untuk ber-stand up comedy :
1) Mendapatkan
Materi, bukan Stand Up Comedy apabila tanpa adanya materi, karena materi
yang telah disediakan merupakan elemen yang menjadi ciri khas utama dari Stand
Up Comedy. Sehebat-hebatnya seorang comic pasti telah menyiapkan bahan-bahannya
dahulu sebelum dia manggung.
2) Mengasah mental
dan pengalaman, faktor ini juga sangat penting. Seorang comic harus punya
mental yang kuat dan pengalaman yang cukup untuk berdiri dan berbicara di depan
orang banyak. Semakin kuat mental dan pengalaman, semakin baik juga seorang
comic dalam membawakan materinya di depan orang banyak.
3) Membawakan materi
(Performance), ini adalah tahap akhir yang dilakukan comic dalam stand up
comedy. Punya materi yang bagus dan mental yang kuat, tapi kurang mahir dalam
membawakan materi, sama aja kayak kita ngeliat seseorang yang ingin menebang
pohon, yang udah nyiapin segala peralatan dan fisik yang prima, tapi dia gak
tau gimana caranya menebang pohon. Membawakan materi harus setenang dan
senyaman mungkin agar hasilnya pun maksimal. Faktor penonton juga adalah faktor
yang sangat berpengaruh.
Jadi ketiga hal ini saling keterkaitan, cara kerjanya sama
seperti sebuah sistem, apabila salah satu elemennya gak ada atau gak berfungsi,
maka sistem itu gak bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk hal ini, gue mau ngebahas lebih dalam lagi tentang
penggalian materi. Seperti kata Ramon Papana, dalam stand up comedy itu
penonton menertawakan materinya, comicnya itu serius. Jadi materi ini merupakan
bagian terpenting dalan stand up comedy. Materi dalam stand up comedy terbagi
atas dua bagian :
1) Set-up, yaitu
sebuah premis awal yang akan kita angkat dan gali menjadi sebuah jokes.
2) Punchline,
yaitu suatu hal yang bisa membuat orang tertawa dengan materi yang kita
bawakan, atau biasa disebut jokesnya.
Contoh 1 :
Set-up => Gue
heran sama cewe-cewe berkerudung jaman sekarang.
Punchline =>
Soalnya mereka menyatukan antara surga dan neraka. Kepala mereka ditutupi surga,
tapi dari badan sampe kaki dibalut neraka, karena mereka make baju dan
celananya ketat-ketat, udah kayak penari balet make kerudung tau ga si lo!?
Contoh 2 :
Set-Up =>
Sebenernya kita gak perlu iri sama orang yang berkulit putih.
Punchline =>
Karena orang putih itu panunya merata, sedangkan orang hitam dakinya yang
merata.
Contoh-contoh ini merupakan contoh yang sederhana, bisa aja
dari satu set-up kita kembangkan menjadi beberapa punchline, bahkan satu set-up
bisa kita kembangkan juga dengan suatu cerita yang di dalamnya banyak jokes
yang kita dapatkan.
Menurut Jimmy Carter, ada 3 sumber untuk menemukan bahan
komedi, berikut pengertian dan contohnya yang masih berupa premis :
1) Inner Self, yaitu
sumber yang didapatkan dari bagian dalam diri kita sendiri (perasaan).
Contoh 1 : Gue galau, galau banget gue kalo liat orang pacaran.
Contoh 2 : Gue gelisah dipossesivin terus sama pacar.
2) Outer Self, yaitu sumber yang didapatkan dari bagian luar
diri kita sendiri atau bagian yang dapat dilihat.
Contoh 1 : Gue risi badan gue gendut.
Contoh 2 : Gue bingung kenapa badan gue kontet, padahal gue
suka makan toge.
3) The World Within,
yaitu sumber yang kita dapatkan di luar diri kita sendiri atau di lingkungan
sekitar.
Contoh 1 : Gue kesel ngeliat dunia perfilman jaman sekarang.
Contoh 2 : Ada dua macam polisi di Indonesia menjelang tua,
yang pertama polisi buncit dan yang kedua polisi tidur.
Menurut Raditya Dika, ada 3 hal penting dalam penggalian
materi :
1) Temukan
Kegelisahan, awal yang mudah untuk mendapatkan suatu jokes yaitu berangkat
dari kegelisahan, karena pada dasarnya gaya seorang stand up comedian itu
bersifat menggurutu.
2) Luangkan Waktu
Menulis, biasakan mencatat segala sesuatu yang bisa berpotensi untuk bahan
komedi yang masih berupa bahan mentahan melalui media yang paling sering kita
bawa, misal HP. Lakukan secara rutin, karena ketika kita gak mencatat pada
waktu itu juga, sering kali kita lupa dengan bahan komedi itu, padahal kita
udah ngedapetinnya dengan langka. Semakin sering kita mencatat, semakin banyak
kumpulan materi kita. Kalo ada bit yang kita anggep kurang lucu, jangan di
buang dulu premisnya, bisa aja kalo mood kita lagi oke kita bisa buat bit yang
lebih lucu lagi.
3) If You’re not
Cranky than You’re not Funny (Larry David), setelah kita udah
mendapatkan kegelisahannya apa, baru kita gali dan kita tebelin kegelisahan
tersebut menjadi sebuah atau beberapa jokes. Jadi, kita ini harus kesel dulu
baru kekesalan kita bisa kita ketawain bareng-bareng.
Penggalian materi dalam stand up comedy pada esensinya
adalah gimana kita ngeliat hal-hal kecil dalam hidup, yang kadang kita
lewatkan, terus kita observasi, lalu kita dapet jokesnya, terus kita ketawain
dari situ. Dari keluarga, teman, diri sendiri, dari kejadian sehari-hari,
kejadian sekitar, dari cinta juga, yang lucu, yang bodoh, yang konyol, yang
aneh, bahkan yang buat kita kesel
sekalipun.
Semoga sedikit ilmu yang gue kasih ini bisa dijadikan
referensi bagi para comics yang sedang mengumpulkan materi, supaya pembahasan
materinya gak kabur dan lebih jelas serta bisa menambah wawasan bagi yang
membaca dalam Stand Up Comedy.
@moch_riandy —
@StandUp_Crbn

Tidak ada komentar:
Posting Komentar