Mengenai Saya

Foto saya
Twitter : @moch_riandy l Facebook : Riandy Astadipraja

Minggu, 18 Maret 2012

Penggalian Materi dalam Stand Up Comedy

Hello guys, gue akan mencoba memaparkan penggalian materi dalam Stand Up Comedy. Karena menurut gue, dalam Stand Up Comedy ada 3 hal penting yang perlu dilakukan seorang comic untuk ber-stand up comedy :
1) Mendapatkan Materi, bukan Stand Up Comedy apabila tanpa adanya materi, karena materi yang telah disediakan merupakan elemen yang menjadi ciri khas utama dari Stand Up Comedy. Sehebat-hebatnya seorang comic pasti telah menyiapkan bahan-bahannya dahulu sebelum dia manggung.
2) Mengasah mental dan pengalaman, faktor ini juga sangat penting. Seorang comic harus punya mental yang kuat dan pengalaman yang cukup untuk berdiri dan berbicara di depan orang banyak. Semakin kuat mental dan pengalaman, semakin baik juga seorang comic dalam membawakan materinya di depan orang banyak.
3) Membawakan materi (Performance), ini adalah tahap akhir yang dilakukan comic dalam stand up comedy. Punya materi yang bagus dan mental yang kuat, tapi kurang mahir dalam membawakan materi, sama aja kayak kita ngeliat seseorang yang ingin menebang pohon, yang udah nyiapin segala peralatan dan fisik yang prima, tapi dia gak tau gimana caranya menebang pohon. Membawakan materi harus setenang dan senyaman mungkin agar hasilnya pun maksimal. Faktor penonton juga adalah faktor yang sangat berpengaruh.
Jadi ketiga hal ini saling keterkaitan, cara kerjanya sama seperti sebuah sistem, apabila salah satu elemennya gak ada atau gak berfungsi, maka sistem itu gak bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk hal ini, gue mau ngebahas lebih dalam lagi tentang penggalian materi. Seperti kata Ramon Papana, dalam stand up comedy itu penonton menertawakan materinya, comicnya itu serius. Jadi materi ini merupakan bagian terpenting dalan stand up comedy. Materi dalam stand up comedy terbagi atas dua bagian :
1) Set-up, yaitu sebuah premis awal yang akan kita angkat dan gali menjadi sebuah jokes.
2) Punchline, yaitu suatu hal yang bisa membuat orang tertawa dengan materi yang kita bawakan, atau biasa disebut jokesnya.
Contoh 1 :
Set-up => Gue heran sama cewe-cewe berkerudung jaman sekarang.
Punchline => Soalnya mereka menyatukan antara surga dan neraka. Kepala mereka ditutupi surga, tapi dari badan sampe kaki dibalut neraka, karena mereka make baju dan celananya ketat-ketat, udah kayak penari balet make kerudung tau ga si lo!?
Contoh 2 :
Set-Up => Sebenernya kita gak perlu iri sama orang yang berkulit putih.
Punchline => Karena orang putih itu panunya merata, sedangkan orang hitam dakinya yang merata.
Contoh-contoh ini merupakan contoh yang sederhana, bisa aja dari satu set-up kita kembangkan menjadi beberapa punchline, bahkan satu set-up bisa kita kembangkan juga dengan suatu cerita yang di dalamnya banyak jokes yang kita dapatkan.
Menurut Jimmy Carter, ada 3 sumber untuk menemukan bahan komedi, berikut pengertian dan contohnya yang masih berupa premis :
1) Inner Self, yaitu sumber yang didapatkan dari bagian dalam diri kita sendiri (perasaan).
Contoh 1 : Gue galau, galau banget gue kalo liat orang pacaran.
Contoh 2 : Gue gelisah dipossesivin terus sama pacar.
2) Outer Self,  yaitu sumber yang didapatkan dari bagian luar diri kita sendiri atau bagian yang dapat dilihat.
Contoh 1 : Gue risi badan gue gendut.
Contoh 2 : Gue bingung kenapa badan gue kontet, padahal gue suka makan toge.
3) The World Within, yaitu sumber yang kita dapatkan di luar diri kita sendiri atau di lingkungan sekitar.
Contoh 1 : Gue kesel ngeliat dunia perfilman jaman sekarang.
Contoh 2 : Ada dua macam polisi di Indonesia menjelang tua, yang pertama polisi buncit dan yang kedua polisi tidur.
Menurut Raditya Dika, ada 3 hal penting dalam penggalian materi :
1) Temukan Kegelisahan, awal yang mudah untuk mendapatkan suatu jokes yaitu berangkat dari kegelisahan, karena pada dasarnya gaya seorang stand up comedian itu bersifat menggurutu.
2) Luangkan Waktu Menulis, biasakan mencatat segala sesuatu yang bisa berpotensi untuk bahan komedi yang masih berupa bahan mentahan melalui media yang paling sering kita bawa, misal HP. Lakukan secara rutin, karena ketika kita gak mencatat pada waktu itu juga, sering kali kita lupa dengan bahan komedi itu, padahal kita udah ngedapetinnya dengan langka. Semakin sering kita mencatat, semakin banyak kumpulan materi kita. Kalo ada bit yang kita anggep kurang lucu, jangan di buang dulu premisnya, bisa aja kalo mood kita lagi oke kita bisa buat bit yang lebih lucu lagi.
3) If You’re not Cranky than You’re not Funny (Larry David), setelah kita udah mendapatkan kegelisahannya apa, baru kita gali dan kita tebelin kegelisahan tersebut menjadi sebuah atau beberapa jokes. Jadi, kita ini harus kesel dulu baru kekesalan kita bisa kita ketawain bareng-bareng.
Penggalian materi dalam stand up comedy pada esensinya adalah gimana kita ngeliat hal-hal kecil dalam hidup, yang kadang kita lewatkan, terus kita observasi, lalu kita dapet jokesnya, terus kita ketawain dari situ. Dari keluarga, teman, diri sendiri, dari kejadian sehari-hari, kejadian sekitar, dari cinta juga, yang lucu, yang bodoh, yang konyol, yang aneh, bahkan yang  buat kita kesel sekalipun.
Semoga sedikit ilmu yang gue kasih ini bisa dijadikan referensi bagi para comics yang sedang mengumpulkan materi, supaya pembahasan materinya gak kabur dan lebih jelas serta bisa menambah wawasan bagi yang membaca dalam Stand Up Comedy.
@moch_riandy — @StandUp_Crbn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar